Pantai Bunga Jabe

Sebuah Pantai Yang Mempertahankan Budaya Bugis Di Ujung Karimunjawa

pantai-bunga-jabe-karimunjawa-icon

Sempat sedikit dibahas pada halaman utama/intro website ini tentang rencana perjalanan Sami Khedira ke Karimunjawa.

Bunga Jabe itu sendiri adalah bahasa Bugis untuk menyebut sebuah tumbuhan perdu yang sering kita sebut dalam bahasa Indonesia adalah bunga putri malu. Tetapi artikulasi tunggal jabe itu sendiri dalam bahasa Bugis adalah manja.

Ya manja. Tempat ini memang dibuat dan di disain untuk tempat bermanja-manja bagi siapa saja yang ingin datang dan berkunjung untuk menikmati sisi lain kepulauan Karimunjawa, tepatnya di Pulau Kemujan, Karimunjawa.

Mengapa Bunga Jabe?

Pada awalnya tempat ini hanyalah sebuah tanah kosong di pinggir pantai yang di tumbuhi pohon kelapa dan tumbuhan-tumbuhan perdu lainnya. Lalu Bang Ambon (panggilan akrabnya), yang juga sempat mengemban pendidikan di salah satu universitas Jogja ini meilihat potensi dari tanah milik keluarganya ini untuk dijadikan sebuah pantai atau sebuah tempat asik untuk melepas penat dari riuhnya Jogja dan pantai-pantai Karimunjawa yang sudah populer.

Selain itu, karena Bang ambon juga memiliki banyak komunitas ketika tinggal di Jogja, seperti komunitas motor vespa dan komunitas organisasi pencinta alam Indonesia. Bunga Jabe ini juga di buat untuk menjadi tempat persinggahan sementara bagi komunitasnya Bang Ambon itu yang cukup banyak ketika berkunjung ke rumah Bang Ambon maupun ke Karimunjawa.

Dengan alasan itu, maka Bang Ambon dan Bang Jack sebagai kakaknya (pemilik kapal Telaga Indah) dan dibantu keluarga dan warga sekitar membuaka lahan yang banyak di tumbuhi tumbuhan perdu. Terlalu banyak tumbuhan perdu yang harus di bersihkan itu, Bang Ambon sedikit kesal karena saat itu tumbuhan perdu bernama putri malulah yang mendominasi. Maka saat itu juga lah nama Bunga Jabe itu tercipta. Sebuah keluhan dan kekesalan akibat tajamnya duri-duri bunga putri malu yang membuahkan hasil menjadi tempat yang nyaman dan indah.

Tujuan Didirikan Pantai Bunga Jabe

Selain alasan di atas, Bunga Jabe itu sendiri dibuat sebagai percontohan bagi masyarakat sekitar yang saat itu dengan mudahnya menjual tanah keluarga mereka kepada investor luar Kairmunjawa. Bang Ambon di sini ingin memberikan contoh ke pada masyarakat bahwa tanpa menjual tanah, kita (Bang Ambon dan keluarga) bisa bertahan dan tetap mempertahankan budaya leluhur yang sudah diberikan kepada anak cucu.